aneka.produk

jual/sewa.properti

kontak.person

Bpk Stephanus B
(031) 594 1994, 081938295459,
(031) 70 17 1996
ephanus@yahoo.com
Apabila anda memiliki ide2, artikel, informasi, ataupun produk yang ingin anda tampilkan di website ini, silahkan email ke ephanus@yahoo.com
Kirimkan saran dan kritik anda untuk website ini ke alamat admin@sungaibaru.com

Database status:

Total Artikel: 97
Total Komentar: 427
Klik untuk memberi makan kodok =p

Artikel - Selamat Datang Cahaya

Kategori: Kesehatan
Lihat komentar

Selamat Datang, Cahaya

Dunia hitam. Dunia gelap. Begitulah warna di mata Chen Tien Zen. Selama 20 tahun matanya tertutup rapat. Gejala kebutaan itu dialaminya sejak berusia 10 tahun. Semula bocah Chen masih mampu melihat pada siang hari; petang penglihatannya kabur.

Perkembangan berikutnya penglihatannya memburuk. Sampai akhirnya ia sama sekali tak dapat melihat pada 2 dasawarsa silam. Siang dan malam warna dunia senantiasa sama. Sayang, impitan ekonomi menyebabkan Chen tidak mampu berobat ke dokter. Ia pasrah menerima penderitaan.

Menurut dr Darmayanti SpM dari Jakarta Eye Center, penyakit yang diderita Chen merupakan keturunan yang dikenal dengan nama retinitif pigmentosa. Lamanya perubahan dari buta pada petang (umur 10 tahun) hingga buta sama sekali pada umur 50 tahun lantaran aliran darah di retina tidak normal. Dampaknya berupa penurunan penglihatan secara perlahan. Akibat kebutaan itu ke mana pun ia pergi, tongkat besi menjadi teman setia. Itu saja belum cukup. Anak atau cucunya selalu menyertai kakek kelahiran Taichung, Taiwan, 77 tahun lampau itu. Pun sekadar mengambil makanan di meja makan.

Secercah harapan timbuh di relung hatinya saat sebuah radio menyiarkan cryptomonadales, alga yang banyak menyembuhkan beragam penyakit. Pada Juli 2006 ia mulai rutin mengkonsumsi 15 tablet cryptomonadales 3 kali sehari. Sebulan mengkonsumsi tanda-tanda perubahan mulai terlihat. 'Ada cahaya yang masuk ke mata saya,' kata Chen sumringah.

Kini, Mata Chen yang tertutup lantaran urat sarafnya yang tak berfungsi mulai terbuka sedikit demi sedikit. Ia pun sudah bisa melihat lagi meski belum jelas. 'Setidaknya sekarang saya sudah bisa memilih makanan yang tersaji di meja. Tak perlu lagi diambilkan orang lain,' katanya. Hijau daun, merah bunga kini sudah dapat ia lihat keindahannya. Selamat datang, cahaya. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani)

Lihat informasi produk Cryptomonadales

Sumber: Majalah Trubus Mei 2007
Timestamp: 2008-01-30 18:51:07
Views: 710

Lihat artikel lainnya

Komentar mengenai artikel ini

Artikel ini belum memiliki komentar

Beri komentar baru

Nama:
* Email:
Subject:
* Komentar:
* Security Code:     

Untuk menghindari spam, harap masukan security code yang terlihat pada gambar diatas. Terima kasih

PS: Field dengan * harus diisi, alamat email tidak akan ditampilkan, admin berhak menghapus komentar sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan