aneka.produk

jual/sewa.properti

kontak.person

Bpk Stephanus B
(031) 594 1994, 081938295459,
(031) 70 17 1996
ephanus@yahoo.com
Apabila anda memiliki ide2, artikel, informasi, ataupun produk yang ingin anda tampilkan di website ini, silahkan email ke ephanus@yahoo.com
Kirimkan saran dan kritik anda untuk website ini ke alamat admin@sungaibaru.com

Database status:

Total Artikel: 97
Total Komentar: 427
Klik untuk memberi makan kodok =p

Artikel - Mampukan Kita Mencintai Tanpa Syarat?

Kategori: Lain
Lihat komentar

Mampukan Kita Mencintai Tanpa Syarat

Buat para suami baca ya...
Istri dan calon istri juga boleh...

Based on True Story.

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi. Usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikaruniai 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba - tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, Dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa - apa saja yang dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka, sekarang anak - anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing - masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati - hati anak yang sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu".

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata - katanya "Sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak - anak mereka. “Anak – anakku... Jikalau perkawinan dan hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian... Semenjak kerongkongannya tersekat... kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya sekarang? Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?"

Sejenak meledaklah tangis anak - anak pak Suyatno merekapun melihat butiran – butiran kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno... dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa – apa.

Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru di situlah Pak Suyatno bercerita, "Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu – lucu.

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi dia sakit..."

Sumber: Unknown
Timestamp: 2008-03-28 09:49:34
Views: 1087

Lihat artikel lainnya

Komentar mengenai artikel ini

mampukah kita mencintai tanpa syarat

Komentar: mencintai tanpa syarat memang susah tapi aku sangat tesentuh dgn artikel tsb. dan seandainya terjadi padaku tentunya aku akan sangat bersyukur....

Nama: silvi
Waktu: 2008-04-09 11:33:22

No Subject

Komentar: artikel yang sangat bagus perlu menjadi contoh bagi semua yang telah berumah tangga dan akan berumah tangga karena cinta tanpa syarat sangat susah di lakukan, semoga kita semua boleh seperti cerita artikel diatas sehigga tidak ada kawin cerai yang membuat sakit di antara anak manusia

Nama: Yonanda
Waktu: 2008-04-18 12:04:59

No Subject

Komentar: buat yang masih punya niat poligami tanpa alasan yg syar'i, hayatilah cerita ini, seperti inilah cinta sejati, cinta karena ALLAH SWT ;) smoga aku mendapatkannya

Nama: desie
Waktu: 2008-04-18 14:51:22

CiNTA TANPA SYARAT?

Komentar: Cinta tanpa syarat? masih adakah di dunia ini,smoga aq bisa merasakan hal itu,amin...

Nama: ani
Waktu: 2008-05-23 15:10:07

cinta tanpa syarat

Komentar: mencintai seseorang dan bisa menerima orang itu total apa adanya...terkadang ia mungkin menyakiti, tapi dengan mencintai tanpa syarat, kita akan berkata: ah, dia tidak tau apa yang dilakukannya.... Love...Love...Love...

Nama: andry
Waktu: 2008-08-20 21:49:27

Cinta tanpa syarat

Komentar: Cukup menyentuh...

Nama: Joko
Waktu: 2009-01-15 17:21:32

No Subject

Komentar: Bagus banget neh ceritanya.. pngin sebarin ke orang" haha

Nama: Ahau
Waktu: 2009-03-08 17:10:46

Beri komentar baru

Nama:
* Email:
Subject:
* Komentar:
* Security Code:     

Untuk menghindari spam, harap masukan security code yang terlihat pada gambar diatas. Terima kasih

PS: Field dengan * harus diisi, alamat email tidak akan ditampilkan, admin berhak menghapus komentar sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan